![]() |
| Doktor Ady Ardyansah Bangun Masjid Untuk Petani Foto: Billy Pelopor NTB |
Bima, Peloporntb.com - Di Kabupaten Bima, ada yang beda melalui program "Tani Merdeka", para petani bawang di Kabupaten Bima tidak hanya fokus meningkatkan hasil panen. Mereka juga kompak menyisihkan sebagian hasilnya untuk membangun fasilitas ibadah berupa Masjid di tengah lahan pertanian.
Pembangunan tersebut dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergisitas antara petani dan Tani Merdeka Kabupaten Bima, sebagai bentuk pembinaan petani. Agenda ini di gelar oleh gabungan kelompok tani di salah satu desa di kabupaten Bima – NTB, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bima.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesai Kabupaten Bima Doktor Asiam, M.Si yang hadir Bersama sekretaris Doktor Ady Ardyansah, MM menyamapikan bahwa “ Para petani juga perlu di bina secara spiritual dan agama, ini namanya Tani Merdeka yang utuh, Merdeka secara ekonomi, juga merdeka secara iman, sebagaiman yang diharapkan oleh pendiri negara kita dalam lagu kebangsaan indonesia raya, bangunlah jiwanya bangunlah badanya “.
Ujar salah satu anggota masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Binaan Tani Merdeka Kab. Bima di lokasi pembanguna masjid Raudatul Ilmu Desa Sakuru Kec. Monta Kab. Bima – NTB. “ Dari hasil keringat di ladang bawang, kita wujudkan rumah Allah,".
Bupati Bima Ady Mahyudi sebagai ketua dewan pembina, dalam kesempatan yang berbeda menyamapaikan mengapresiasi langkah para petani. " Ini contoh nyata Bima Bermartabat, Ekonominya jalan, ibadahnya jalan. Kalau niatnya untuk Allah, pasti berkah. Panennya melimpah, masjidnya berdiri," tegas Bupati. Panen Dunia Akhirat.
Para petani sepakat menyisihkan sebagian hasil penjualan bawang untuk pembangunan masjid. Dana tersebut nantinya digunakan untuk mendukung pembangunan masjid tersebut. "Selama ini kita sholat di gubuk. Sekarang Alhamdulillah, hasil bawang kita bisa jadi masjid. Ini sedekah jariyah buat kita semua," kata salah satu petani dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini langsung viral di media sosial. Warganet menyebut ini sebagai bukti bahwa petani bukan hanya tulang punggung ekonomi, tapi juga pilar spiritual daerah. Program "Tani Merdeka" diharapkan menjadi gerakan nasional dari Bima utuk petani yang lebih baik, lebih bermartabat, di mana pertanian tidak hanya mengejar materi, tapi juga mengejar keberkahan untuk kehidupan yang lebih baik. (Bil-01)


