Universitas Mbojo Bima Gelar Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Jagung Untuk Tingkatkan Ekonomi Petani
Cari Berita

Iklan 970x90px

Universitas Mbojo Bima Gelar Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Jagung Untuk Tingkatkan Ekonomi Petani

Sabtu, 25 Juli 2026

 

Dosen Universitas Mbojo Bima Tauhid SE MAP Memimpin Pelatihan dan Pendampingan Pada Petani Jagung 


Foto: Billy Pelopor NTB 

Bima, Peloporntb.com - Dosen Universitas Mbojo Bima, Tauhid SE, MAP memimpin kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertajuk  “Pelatihan dan pendampingan Progam Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat kementerian pendidikan tinggi, Sains dan tekhnologi melalui pemberdayaan kelompok tani pada kelompok tani jagung so kapanca kelurahan ntobo kota bima.


Program ini berlangsung selama sekitar satu hari di kelurahan Ntobo Kota Bima dan dilatarbelakangi oleh potensi jagung sebagai komoditas utama di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pelatihan diversifikasi produk jagung, khususnya pembuatan tepung dan pati jagung, ditawarkan sebagai solusi konkret untuk meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian keluarga setempat.


Tim Pelatihan dan pendampingan Progam Kemitraan Masyarakat dipimpin langsung oleh Dosen Universitas Mbojo Bima Tauhid SE MAP sebagai narasumber utama dalam pelatihan ini, yang diikuti oleh petani jagung yang ada di kelurahan tersebut..


Tauhid menjelaskan alasan pemilihan tepung jagung sebagai produk diversifikasi. “Tepung jagung memiliki berbagai aplikasi dalam makanan sehari-hari yang mudah diterima, sehingga ibu-ibu dapat dengan cepat menguasai teknik produksinya,” ujarnya. 


Produk tepung jagung juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah dari jagung yang biasa dikonsumsi langsung.


Pelatihan dilaksanakan selama sekitar satu hari, diawali dengan sesi teori dan dilanjutkan dengan praktik mandiri yang diawasi secara berkala. 


Dalam pemaparannya, Tauhid membahas berbagai jenis olahan jagung setengah jadi, kelebihan dan kekurangannya, serta tata cara produksi tepung dan pati jagung. 


"Tepung jagung memiliki kandungan nutrisi, meskipun dengan tekstur yang lebih kasar" Jelas Calon Doktor itu.


Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelatihan. Kepala Kelurahan Ntobo Aswin S.sos menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim Pelatihan dan pendampingan Progam Kemitraan Masyarakat atas ilmu dan keterampilan baru yang telah diberikan.


"Kami bersyukur mendapat ilmu ini. Ke depan, ibu-ibu bisa berkreasi membuat olahan pangan berbahan jagung, sehingga menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.


Tim Pelatihan dan pendampingan Progam Kemitraan Masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini, termasuk Direktorat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat kementerian pendidikan tinggi.


Melalui program ini, diharapkan petani Jagung tidak hanya menjual jagung dalam bentuk pipil, tetapi juga mampu menghadirkan produk olahan bernilai tambah yang membuka peluang pasar lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat kota bima pada Umumnya. (Bil-01)