Produk Kota Bima Bisa Tembus Pasar Internasional di Era Globalisasi?
Cari Berita

Iklan 970x90px

Produk Kota Bima Bisa Tembus Pasar Internasional di Era Globalisasi?

Senin, 24 Februari 2025

 

Mahasiswa Universitas Mbojo Bima 


Foto: Billy Pelopor NTB 

Oleh : Wanda Nurul Afriani


Bima, peloporntb.com - Perdagangan internasional telah menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi global, memungkinkan negara-negara untuk saling melengkapi kebutuhan melalui ekspor dan impor. Di era globalisasi saat ini, arus barang, jasa, dan investasi lintas batas semakin meningkat, membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan yang perlu dikelola dengan bijak.


Dari sisi peluang, perdagangan internasional memungkinkan negara untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang dimilikinya. Sebagai contoh, Indonesia yang kaya akan hasil pertanian dan tambang dapat mengekspor komoditas seperti kopi, kelapa sawit, dan nikel ke negara yang membutuhkan. Sebaliknya, Indonesia juga dapat mengimpor teknologi canggih dan barang modal yang belum dapat diproduksi secara efisien di dalam negeri. 


Kolaborasi semacam ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

Namun, di balik manfaat tersebut, tantangan dalam perdagangan internasional tidak dapat diabaikan. Persaingan pasar yang semakin ketat mengharuskan pelaku usaha domestik untuk terus meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi. Selain itu, ketergantungan pada pasar global juga membuat perekonomian rentan terhadap fluktuasi harga dan kebijakan proteksionisme yang diterapkan oleh negara mitra dagang.


Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan strategi yang seimbang. Peningkatan daya saing produk lokal, diversifikasi ekspor, dan penguatan kerja sama regional dapat menjadi kunci untuk meraih manfaat optimal dari perdagangan internasional. Di sisi lain, kebijakan proteksi yang bijak juga diperlukan untuk melindungi industri dalam negeri dari dampak negatif yang mungkin timbul.

Pada akhirnya, perdagangan internasional adalah sebuah keniscayaan yang harus dimanfaatkan dengan cerdas dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia dapat terus berperan aktif dalam kancah perdagangan global, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.


Bagaimana Konteks Produk Lokal Bima, Apakah Bisa Tembus Pasar Internasional?


Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki potensi sumber daya alam dan produk lokal yang dapat dikembangkan sebagai komoditas perdagangan internasional. 


Beberapa produk unggulan yang berpotensi menembus pasar global antara lain: Kopi Tambora. Kopi yang tumbuh di lereng Gunung Tambora memiliki cita rasa khas dengan keasaman seimbang dan aroma yang kuat. Kopi Tambora, baik jenis Arabika maupun Robusta, semakin diminati oleh pecinta kopi di dalam dan luar negeri, sehingga memiliki peluang besar sebagai komoditas ekspor. Madu Trigona (Madu Kelulut). Madu Trigona dari Bima dikenal memiliki rasa yang unik, lebih asam dengan kandungan antioksidan tinggi. Madu ini sudah mulai diekspor ke beberapa negara Asia dan Timur Tengah karena manfaat kesehatannya yang diakui secara luas. Kuda Bima dan Produk Olahannya. Kuda Sandalwood, yang berasal dari Bima, dikenal sebagai kuda pacu dan pekerja yang tangguh. Produk turunannya, seperti susu kuda liar, juga memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional karena khasiatnya untuk kesehatan. Garam Organik. Kawasan pesisir Bima menghasilkan garam berkualitas tinggi yang diproduksi secara tradisional. Garam organik ini memiliki kandungan mineral yang baik dan sering diminati oleh pasar premium di luar negeri. Hasil Pertanian dan Hortikultura. Bawang merah Bima adalah salah satu komoditas yang sudah dikenal luas di tingkat nasional dan berpotensi untuk ekspor. Selain itu, jagung, kacang hijau, dan cabai juga menjadi produk yang diminati, terutama di negara-negara tetangga. Produk Perikanan. Sebagai daerah pesisir, Bima memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Ikan tuna, cakalang, dan rumput laut menjadi produk yang dapat dipasarkan secara internasional, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Tenun Tradisional Bima. Kain tenun khas Bima dengan motif tradisional yang kaya makna telah menarik perhatian pasar global. Produk-produk fashion dan kerajinan berbasis tenun ini memiliki peluang besar untuk diekspor ke Eropa dan Amerika. 


Dengan pengelolaan yang tepat, peningkatan kualitas produk, dan dukungan pemerintah, produk-produk dari Bima dapat semakin bersaing di pasar internasional. Pada konteks ini tata kelola perdagangan kita harus diatur tentu dengan difasilitasi oleh pemerintah daerah, Baik Kota Bima maupun Kabupaten Bima. Tentu masyarakat akan menyambut baik jika kran ini mampu dibuka dengan potensi produk lokal yang kita miliki.


Penulis : Mahasiswa Perdagangan Internasional Universitas Mbojo Bima.