![]() |
| Dr Syafyudin yusuf Saat Menyelam di Perairan Bima Foto: Billy Pelopor NTB |
Bima, Peloporntb.com - Terumbu karang di perairan Indonesia, seperti di Kabupaten bima, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Pasalnya, perusakan terhadap terumbu karang terus terjadi. Salah satunya melalui penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, misalnya penggunaan bom ikan dan racun sianida atau bius, yang masih marak dilakukan oleh para nelayan di kabupaten bima.
Dr Syafyudin yusuf yang sudah melakukan kegiatan dokumentasi bawah laut di berbagai titik di perairan Bima, tepatnya di Perairan sowa, sai dan sampungu, dan berlanjut diperairan kolo, so numbe, oi fanda, terus Nipa dan Perairan tolo lai. Hasil pengamatan, kerusakan yang disebabkan oleh bom dan bius cukup kentara.
“Kami menyelam di enam belas titik dalam satu hari, dan selama penyelaman, saya melihat kerusakan terumbu karang sekitar 80 % disebabkan Bom dan bius ikan. Bila tidak ada pengawasan dan penegakan hukum yang kuat, saya sangat khawatir tidak lama lagi terumbu karang di perairan Bima ini akan habis dan hancur,” ujar Dr Syafyudin yusuf Staf Pengajar dan Peneliti Ilmu kelautan Unhas, Rabu (26/11/2025).
Dr Syafyudin yusuf yang sudah 187 kali menyelam, bahkan di Pasifik sebelah selatan Hawai, dan saya melihat Terumbu Karang di perairan Bima cukup bagus dan beragam, dan saya cukup puas melihatnya.
"Projek ini kerjasama dengan Unhas dan kementerian lingkungan hidup, dan saya sebagai warga bima NTB, jadi saya memilih kabupaten bima untuk di petakan menjadi restorasi terumpu karang" tutupnya. (Bil-01)


